Polling

Bagaimanakah pelayanan di Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kab. Kebumen?
Baik
Kurang Baik
Sangat Baik
Cukup

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Presiden Joko Widodo berharap suatu saat akan ada koperasi di Indonesia yang mampu tumbuh dan berkembang dengan perputaran uang yang sangat besar.

Menurut Jokowi, selama ini koperasi yang ada di Indonesia mayoritas hanya mampu menggalang dana dalam jumlah kecil. Padahal, potensi koperasi untuk menjadi besar sangat terbuka. "Saya ingin satu, dua, tiga, empat atau lima koperasi masuk dalam jajaran 100 atau 300 besar koperasi secara global," kata Jokowi dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

okowi pun memberi contoh mengenai Koperasi Fontera yang ada di Selandia Baru. Menurut dia, koperasi ini berhasil menunjukan eksistensinya di bidang produksi susu dan produk olahan dari susu. Baca juga: Jokowi Minta Koperasi Manfaatkan Medsos hingga E-commerce Dengan menggandeng sekitar 10.500 peternak di Selandia Baru, omzet koperasi ini berhasil menembus angka 17,2 miliar dolar New Zealand atau sekitar Rp 165 triliun setiap tahunnya.  Omzet yang didapat ini berhasil menempatkan Fontera menjadi salah satu perusahaan berbasis koperasi terbesar di negaranya.

Bahkan, Fontera saat ini mampu merebut 30 persen dari keseluruhan ekspor susu dan produk susu di dunia. "Coba datangi saja, cara memulainya dari apa, kuncinya di mana. Belajar di sana seminggu, dua minggu, tiga minggu, bisa," ujar Jokowi. "Orang kita ini pintar-pintar kalau suruh mengkopi, menjiplak, meniru, modifikasi, agar lebih dari Fontera," ucapnya.

Contoh lain, kata Jokowi, adalah Ocean Spray dari Amerika Serikat. Koperasi ini berhasil mengembangkan buah cranberry dengan mengumpulkan buah dari para petani. Ocean Spray kemudian mengembangkan produk olahan dari buah tersebut mulai dari minuman jus, kismis, hingga buah-buahan kering.

Koperasi ini pun kini berhasil meraup laba setiap tahun hingga miliaran dollar AS. "Sudah, ajak bareng-bareng Pak Menteri (Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga), Pak Nurdin Halid Ketua Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), ajak bareng-bareng ke sana. Tapi jangan banyak belanjanya. Ke sananya betul-betul belajar bagaimana mereka me-manage koperasi sebagai perusahaan terbesar," ujar Jokowi.